makalah BCG perbankan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Industri perbankan di Indonesia diawasi dan diatur oleh bank sentral yaitu Bank Indonesia. Definisi mengenai bank itu sendiri berdasarkan UU No. 3 tahun 2004 adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam nilai meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Industri perbankan di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat semenjak deregulasi sektor keuangan pada bulan Oktober 1988. Dengan pembangunan Indonesia yang meningkat di masa Orde Baru, industri perbankan Indonesia memegang peranan besar dalam hal intermediasi finansial dan kebutuhan dana bagi pembangunan sektor riil. Seiring dengan perkembangan waktu, industri perbankan di Indonesia mengalami banyak perkembangan dan perubahan menuju taraf yang lebih baik dan mengikuti arus permintaan pasar akan kebutuhan finansial. Perkembangan inilah yang membawa sistem baru dalam industri perbankan Indonesia belakangan ini. Seiring perkembangannya ada beberapa bank swasta yang memimpin pangsa pasar karena performa bank-bank tersebut.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, terdapat beberapa rumusan masalah yaitu :
1.      Bagaimana peran bank swasta nasional saat ini ?
2.      Bank swasta apa yang memimpin pasar perbankan saat ini dan pengklasifikasian melalui BCG matrik ?
3.      Analisis terhadap market leader bank swasta nasional ?
C.    Tujuan
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk :
1.      Memenuhi tugas manajemen perusahaan tentang BCG Matrik.
2.      Mengetahui sepak terjang bank swasta nasional saat ini dalam perekonomian indonesia.
3.      Menganalisis sebab perkembangan suatu bank swasta nasional dalam menjadi market leader.


BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Pengertian Bank
Bank adalah lembaga keuangan yang fungsi utamanya menyediakan jasa intermediasi & jasa keuangan lainnya kepada perusahaan dan rumah tangga, dengan tujuan untuk memaksimumkan kekayaan pemilik.
Dari definisi tercakup: fungsi & tujuan bank.
Manajemen bank umum: proses pengambi-lan keputusan keuangan pada bank untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
B.     Arti penting Manajemen Bank Umum
Adapun arti penting manajemen bank umum antara lain yaitu :
* Persaingan yang semakin ketat dalam bisnis an-tar bank (Lembaga Depositori)    
   dan dengan LK lain.
* Mayoritas aset bank adalah aset keuangan, sehingga lebih mudah disalahgunakan
* Sifat bisnisnya yang mengutamakan kerahasia-an & kepercayaan menuntut bank         
    harus menerapkan prinsip kehati-hatian
* Peraturan yang sangat ketat terhadap perban-kan menuntut bank untuk kreatif dan
    inovatif
C.    Klasifikasi Bank
Bank diklasifikasi berdasarkan berbagai macam perspektif, yaitu:
* Segi fungsinya
* Segi kepemilikannya
* Segi status
* Segi Penentuan harga
- Berdasarkan segi fungsinya, bank diklasifi-kasi menjadi :
* Bank umum (komersial & syariah): bank yang melaksanakan kegiatan usaha
   secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya
   memberi-kan jasa dalam lalu lintas pembayaran
* BPR: bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasar-
   kan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu     
   lintas pembayaran


- Berdasarkan segi kepemilikannya, bank diklasifikasi menjadi :
* Bank Pemerintah: bank yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah,
    baik pusat maupun daerah
* Bank swasta nasional: bank yang seba-gian besar modalnya dimiliki oleh swasta
    nasional Indonesia
* Bank koperasi: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh    
   perusahaan berbadan hukum koperasi
* Bank asing: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh asing,
   baik swasta maupun pemerintah asing
- Bank campuran: bank yang modalnya dimiliki swasta nasional Indonesia dan
   asing, dan pada umumnya sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta
   Indonesia.
- Berdasarkan segi statusnya, bank diklasifikasi menjadi :
1. Bank devisa adalah bank yang melaksanakan transaksi luar negeri atau
    transaksinya berhubungan dengan valas
2. Bank syariah adalah bank yang penentuan harganya tidak menetapkan suatu
tingkat bunga tertentu tetapi didasarkan pada prinsip-prinsip syariah.
Pengklasifikasian bank ini tidak dapat secara kaku diterapkan saat ini, mengingat fenomena kepemilikan bank di Indonesia pasca krisis ekonomi 1998 sangat rumit.

D.Tujuan Manajemen Bank
            Tujuan Manajemen Bank Komersial yaitu memaksimumkan kekayaan pemegang saham. Kekayaan pemegang saham diukur dengan nilai pasar saham & jumlah dividen tunai yang dibayar.
Nilai pasar saham bank bergantung pada tiga faktor antara lain :
1. jumlah arus kas yang dibayar kepada para pemegang saham bank
2. penentuan waktu arus kas
3. risiko yang terlibat dalam arus kas
           
            Dalam mencapai tujuannya, bank menghadapi sejumlah risiko, sehingga perlu mengelolanya dengan baik antara lain :
* Risiko kredit: kemungkinan bahwa peminjam tidak memenuhi kewajiban2nya
* Risiko tingkat bunga: kemungkinan bahwa tingkat bunga pasar berubah & tidak
   menguntungkan bagi bank
* Risiko operasional: risiko yang berkaitan dengan munculnya problema yang   
   berkaitan dengan penyerahan atau jasa suatu produk
* Risiko likuiditas: risiko yang berkaitan dengan kemampuan bank untuk memenuhi  
   penarikan dana, baik dari deposan maupun peminjam
* Risiko harga: risiko yang berkaitan dengan pembentukan pasar, persetujuan, atau   
   pengambilan posisi dalam sekuritas, derivatif, valas, atau instrumen keuangan lain
* Risiko kepatuhan: risiko yang muncul dari pelanggaran hukum, peraturan, dsb
* Risiko valas: risiko yang berkaitan dengan adanya perubahan kurs tukar valas yang
   dapat merugikan bank
* Risiko strategik: risiko yang muncul dari pembuatan keputusan bisnis yang jelek
   yang berpengaruh negatif terhadap nilai bank
* Risiko reputasi: risiko yang muncul dari opini publik atas bank. Opini negatif
   muncul dari pelayanan yang jelek, kegagalan melayani kebutuhan kredit masyarakat

Batasan - batasan yang dihadapi bank dalam mencapai tujuannya diklasifikasi menjadi :
1. Batasan pasar, meliputi: kondisi ekonomi (tingkat pertumbuhan), & persaingan.
2. Batasan sosial: sebagai inti dari sistem keuangan, bank ikut terlibat terhadap
    perekonomian yang sehat atas masyarakat yang dilayaninya
3. Batasan2 hukum & peraturan, meliputi: batasan2 atas komposisi neraca, &
    batasan2 atas hubungan konsumen

BAB III
PEMBAHASAN
A.    Peran Bank Swasta Saat Ini
Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya juga dipertunjukkan untuk swasta pula. Contohnya Bank Mandiri, BRI, BNI, Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank Niaga, dan lain-lain.
               Para ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizikan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapat juga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral.
Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 :
“Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.“
               Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu :
1.    Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.
2.    Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.
3.    Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.
4.    Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.
5.    Pemberian Jasa-Jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.
Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak yang menggunakannya.

B.     Market Leader Perbankan Swasta
Persaingan dalam industri perbankan di Indonesia dibentuk oleh pemain yang ada dan intensitasnya ditentukan oleh banyaknya jumlah pemain. Jumlah pemain dalam industri perbankan cukup banyak, namun industri ini di dominasi oleh Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI dan Danamon. Dengan komposisi tersebut, intensitas persaingan terjadi secara langsung pada pemain dominan dimana masing masing berupaya untuk meraih posisi Market Leader.
data perbankan.jpg
Berdasarkan laporan publikasi Economic Review tahun 2009 tersebut, Bank Mandiri tercatat sebagai Market Leader perbankan saat ini. Dengan nilai market growth sebesar 11,5 % dan nilai market share sebesar 14,7% pada tahun 2008.
Pada Tahun 2010 Bank Indonesia merilis peringkat perbankan dari segi aset dan market share. Tujuh bank yang masuk peringkat sepuluh besar tak mengalami perubahan poisisi, sedangkan tiga bank lainnya bertukar posisi.
Pada 2009, PT BII Tbk menempati peringkat delapan, PT BTN Tbk peringkat sembilan, dan PT Bank Permata Tbk menempati peringkat sepuluh.
Berikut peringkat bank pada akhir tahun 2010:
Nama Bank
Aset (triliun)
Market share (%)
1. PT Bank Mandiri Tbk
Rp 410,619
13,650
2. PT BRI Tbk
Rp 395,396
13,140
3. PT Bank Central Asia Tbk
Rp 323,345
10,750
4. PT BNI Tbk
Rp 241,169
8,020
5. PT Bank CIMB Niaga Tbk
Rp 142,932
4,750
6. PT Bank Danamon  Tbk
Rp 113,861
3,780
7. PT Pan Indonesia Bank Tbk 
Rp 106,508
3,540
8. PT Bank Permata Tbk
Rp 74,040
2,460
9. PT BII Tbk
Rp 72,030
2,390
10.PT BTN Tbk
Rp 68,334
2,270
Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia, Market Leader perbankan pada tahun 2010 masih dipegang oleh Bank Mandiri dengan nilai aset sebesar 410,619 Triliun Rupiah dan nilai market share sebesar 13,650 %. Kemudian pada peringkat 10 ada Bank BTN dengan nilai aset sebesar 68,334 Triliun Rupiah dan nilai market share hanya sebesar  2,27 %.

C.    Pengklasifikasian Perbankan Swasta dengan BCG Matrik
Matriks BCG (Boston Counsulting Group) merupakan salah satu dari beberapa model perencanaan portofolia yang ada dalam dunia manajemen, dimana matirks BCG sendiri di desain oleh Bruce Hendersen pada awal tahun 1970-an. Dalamn matriks BCG sendiri terdiri dari empat kelompok yang di kelompokan berdasarkan pada kombinasi dari pertumbuhan pasar dan pangsa pasar dalam kaitannya dengan para pesaing lain dalam pasar dirmana perusahaan tersebut berada. Matriks BCG sendiri di buat berdasarkan dua asumsi utama yaitu yang pertama adalah:
Semakin besar pangsa pasar yang dimiliki oleh sebuah perusahaan maka semakin besar jumlah penerimaan yang diterima oleh perusahaa tersebut. Hal tentu saja sangat beralasan dan sangat rasional dan juga logis, karena tentu dengan makin besar pangsa pasar yang artinya juga maka akan semakin besar konsumen yang mengkonsumsi produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan, yang tentu dengan semakin banyak konsumen yang menggunakan produk dari perusahaan maka tingkat pendapatan dari penerimaan tersebut akan juga meningkat (multiplier effect).
Perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat akan melakukan investasi yang cukup besar termasuk dalam hal ini untuk meningkatkan infrakstruktur serta fasilitas yang dapat mkeningkatkan kapasitas produksi maupun kapasitas distribusi, dimana tentu saj hal ini akan membutuhkan konsumsi modal yang semakin besar juga. Dengan kata lain bahwa asumsi kedua dalam matriks BCG adalah bahwa perusahaan yang sedang dalam pertumbuhan akan membutuhkan modal yang banyak untuk mendukun pertumbuhan tesebut.
growthshare.gif
Matrik BCG
Berdasarkan atas kedua asumsi diatas maka matriks BCG di bagi atas empat kategori yang masing-maisng kategori di adalah sebagai berikut:
Dogs, dapat dilihat pada gambar diatas bahwa kategori ini berada pada posisi dimana market share berada pada nilai terendah serta market growth yang kuda rendah. Pada posisi ini perusahaan benar mengalami situasi yang sulit, dimana pangsa pasar yang kecil, dalam artian bahwa perusahaan tidak memiliki jumlah konsumen yang cukup banyak yang tentunya akan sangat berpengaruh pada tingkat penerimaan dari perusahaan tersebut, sudah tidak memiliki pangsa pasar yang besar, perusahaan juga berada pada posisi dimana pertumbuhan pasarnya rendah, sehingga perusahaan seperti ini perlu untuk melakukan perbaikan yang cukup signifikan, mulai dari inovasi produk hingga strategi dalam promosi atau dengan kata lain perusahaan tersebut harus bisa mengubah dirinya agar membuat pangsa pasar meningkat kembali atau yang lebih ekstrim perusahaan tersbeut harus dapat mentransformasikan diri sehingga produk yang dihasilkan memasuki posisi question’s mark dimana pertumbuan pasar masih besar, jika tidak maka akan dipastikan bahwa perusahaan atau juga produk tersebut akan bangkrut atau untuk produk akan ditarik dari pasar.
Questions Marks (Tanda Tanya), pada posisi ini perusahaan atau juga produk berada pada posisi dimana memiliki market share yang kecil tetapi masih berada dalam kondisi dimana pasar yang mengalami pertumbuhan yang cukup besar, sehingga masih ada potensi yang masih belum termanfaatkan oleh perusahaan atau produk tersebut.  Dalam kondisi ini perusahaan atau sebuah produk berada kondisi yang “berpotensi” dalam artian bahwa perusahaan tersebut berpotensi untuk bisa berpindah posisi ke posisi star, atau bisa langsung ke dogs. Hal ini disebabkan karena perusahaan yang berada pada posisi ini masih memiliki potensi untuk bangkit karena meskipun memiliki pangsa pasar yang sedikit tetapi juga perusahaan tersebut masih berada pada lingkungan dimana pasar masih bertumbuh dengan sangat pesat. Hal ini membuat perusahaan tersebut masih bisa memanfaatkan potensi pasar yang ada dengan melakukan inovasi-inovasi pada produknya jika produknya yang bermasalah atau bahkan melakukan perbaikan pada sisi promosinya sehingga dengan demikian perusahaan diharapkan bisa mendapatkan bagian yang cukup pada pasar yang masih bertumbuh tersebut.
Star, pada posisi ini perusahaan benar-benar berada dalam posisi puncak dimana berada dalam kondisi pertumbuhan pasar cukup pesat di lain pihak konsumen atau pangsa pasar yang dimiliki oleh perusahaan tersebut juga tinggi. Dalam posisi perusahaan akan benar-benar masih dengan gencar melakukan investasi yang cukup besar dalam meningkatkan kemampuan produksi serta kemampuan persediaan serta distribusinya sehingga dapat menfaatkan dengan maksimal potensi pasar yang masih bertumbuh ini.
Cash Cow, pada posisi ini perusahaan telah melewati posisi star, dimana potensi pasar yang ada telah dimanfaatkan secara maksimal dengan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan telah termanfaatkannya potensi pasar yang ada ini sehingga akan membuat perusahaan memperoleh keuntungan yang benar banyak, karena investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin kecil sedangkan market share yang dimiliki oleh perusahaan sendiri masih sangat besar, dlama kondisi ini juga perusahaan hanya perlu untuk mempertahankan apa yang telah dilakukan dalam artian bahwa apa yang telah dilakukan dan dimiliki oleh perusahaan pada saat ini baik dari sisi produk, promosi serta kualitas yang ada.








Tingkat Market Share
 


Tinggi
 

Rendah
 

 

STAR
MANDIRI
Question Mark
BRI
Cash Cow
BNI
Dog
DANAMON
Tinggi
 
REndah
 
Tingkat market growth
 


BCG Matriks Perbankan Swasta Nasional

D.    Analisis Terhadap Market Leader
               Keuntungan atau keunggulan suatu perusahaan perbankan dipengaruhi tidak hanya oleh struktur industri tetapi juga oleh pemilihan strategi dalam memposisikan industrinya di benak konsumen. Terdapat berbagai cara dalam menentukan strategi bisnis perusahaan tersebut, namun ada dua strategi yang sering digunakan oleh perusahaan perbankan, yaitu Cost Leadership dan Differentiation. Kedua strategi tersebut dianggap lebih potensial dalam menciptakan keuntungan bersaing yang sesuai. Dalam dunia perbankan di Indonesia yang semakin berkembang pesat dan didukung oleh kecanggihan teknologi serta perubahan budaya masyarkat Indonesia, pemilihan strategi keuntungan bersaing yang tepat merupakan salah satu faktor keberhasilan suatu bank dalam memperoleh Market Share . Bank yang menjadi objek analisis dalam hal ini adalah Bank Mandiri.
1.      Cost Leadership
Cost Leadership merupakan cara yang sangat baik untuk menciptakan keuntungan bersaing . Namun cara tersebut sulit digunakan bila industri bergerak di bidang jasa seperti perbankan. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh Cost Leadership ini, yakni dengan menganalisis skala ekonomi dan jangkauan, efisiensi produk, efisiensi produk, desain produk simpel, biaya input yang murah, dan proses organisasi yang efisien.
2.      Differentiation
Perusahaan dalam suatu industri melakukan differensiasi guna memberikan sesuatu yang unik untuk menarik konsumen. Agar diferensiasi berjalan dengan sukses, perusahaan harus melaksanakan tiga hal. Pertama, perusahaan perlu mengidentifikasi penilaian konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Kedua , perusahaan perlu memposisikan dirinya dengan konsumen yang memang memiliki kebiasaan unik. Ketiga, perusahaan harus mampu menerapkan harga yang lebih rendah dari biaya yang akan dikeluarkan oleh konsumen untuk mengharapkan diferensiasi yang ditawarkan.
         Bank Mandiri selaku perusahaan jasa, lebih potensial dalam menggunakan strategi diferensiasi ini, dimana Bank Mandiri telah mampu menjadi bank terbesar di Indonesia dengan beberapa keunikan tersendiri.
Diantaranya :
1.      Teknologi Internet
2.      Saldo awal yang terjangkau : Rp 50.000,00
3.      ATM
Bank Mandiri memberikan pelayanan Kartu ATM yang dapat digunakan di mesin ATM bersama, dan tidak ada potongan biaya.
4.      Analisis Kredit dan Resiko baik
Bank Mandiri dalam memberikan kredit kepada nasabahnya antara lain melihat kinerja nasabah tahun yang lalu dan prospeknya ke depan. Bagaimana karakter, kondisi dan kapasitas nasabah sangat diperhitungkan bank.
Bank Mandiri pun memperoleh penghargaan sebagai bank konvensional dengan laporan konsolidasian terbaik ( Annual Report Award ). (Tempointeraktif. Kamis, 10 Agustus 2006).
5.      Mandiri Fiesta dan Mandiri Mikro Super Rejeki.
6.      Sebagian Besar Kepemilikan saham Bank Mandiri dimiliki oleh pemerintah.


BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya juga dipertunjukkan untuk swasta pula. Contohnya Bank Mandiri, BRI, BNI, Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank Niaga, dan lain-lain.
Berdasarkan laporan publikasi Economic Review tahun 2009 tersebut, Bank Mandiri tercatat sebagai Market Leader perbankan saat ini. Dengan nilai market growth sebesar 11,5 % dan nilai market share sebesar 14,7% pada tahun 2008. Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia, Market Leader perbankan pada tahun 2010 juga masih dipegang oleh Bank Mandiri dengan nilai aset sebesar 410,619 Triliun Rupiah dan nilai market share sebesar 13,650 %. Kemudian pada peringkat 10 ada Bank BTN dengan nilai aset sebesar 68,334 Triliun Rupiah dan nilai market share hanya sebesar  2,27 %.
Bank Mandiri selaku perusahaan jasa telah mampu menjadi bank terbesar (Market Leader) di Indonesia dengan beberapa keunikan tersendiri. Diantaranya : 1) Teknologi Internet 2) Saldo awal yang terjangkau : Rp 50.000,00 3) ATM 4) Analisis Kredit dan Resiko baik 5) Mandiri Fiesta dan Mandiri Mikro Super Rejeki 6) Sebagian Besar Kepemilikan saham Bank Mandiri dimiliki oleh pemerintah.

B.     Saran
Bank sebagai lembaga yang potensial dalam mengembangkan perekonomian sebaiknya lebih mengedepankan perannya dalam penyediaan dana untuk usaha kecil dan menengah sehingga mampu meningkatkan perekonomian secara merata.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/22267667/Analisis-Industri-Perbankan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Suka